Solusi Pemakaman secara Ramah lingkungan

Solusi Pemakaman secara Ramah lingkungan
Uncategorized

Kematian adalah hal yang sudah pasti akan terjadi dalam hidup setiap orang. Hingga saat ini ada banyak cara untuk mengirim orang terdekat kita yang telah meninggal ke tempat peristirahtan terakhirnya. Sebagian besar masyarakat di dunia masih menganut tradisi penguburan dan kremasi, namun saat sudah muncul inovasi dari pada ahli lingkungan untuk mengatasi dampak lingkungan dari pemakaman tersebut. Hingga mulai populer apa yang disebut dengan eco-friendly funeral. Berikut ini ada beberapa ide mengenai eco-friendly funeral:

Natural Burials

Solusi Pemakaman secara Ramah lingkungan

Metode ini membiarkan tubuh mayat untuk diuraikan secara alami dan tidak menggunakan peti tradisional maupun bahan-bahan kimia yang beracun. Tubu dibungkus dalam bio degradable shrouds dan hanya dikuburkan sedalam tiga kaku untuk memudahkan dekomposore untuk menguraikan tubuh mayat. Dengan metode penguburan ini anda juga bisa memiilih lokasi penguburan yang ramah lingkungan, seperti hutan pinggiran kota.

Menurut data dari Natural Death Center, penggunaan peti biodegradable bisa mengurangi emisi karbon sebesar 50{59d361ecc3589ce44101fb71155b9cdd9231db5b19e98003732026571a44247a} bila dibandingkan dengan penguburan yang tradisional. Saat ini eco-coffin sudah mulai populer dan menawarkan banyak pilihan peti, antara lain peti bambu, daun pisang, wicker, cardboard, hyacint, woven willow. Meskipun menjunjung tinggi prinsip ramah lingkungan, metode penguburan ini tetap memperhatikan sisi estetik. Peti dapat dihias dengan rumput-rumputan hijau dan bunga-bunga warna-warni untuk dekorasi yang lebih indah.

Eco-Coffin

Shrouds adalah potongan kain lebar yang digunakan untuk membungkus tubuh. Biasanya berbahan dasar katun, linen, wool, atau bahkan dari serat bambu. Anda bisa memilih jenis kain yang polos tanpa warna ataupun meminta kain yang berwarna dan bercorak tertentu. Jika anda ingin hemat, anda bisa mengubah kain sprei anda menjadi shrouds yang simpel. Namun, satu hal yang perlu menjadi perhatian anda. Ketika meninggal tubuh seseorang akan mengeluarkan cairan tertentu sehingga anda perlu untuk mempertimbangkan pemakaian kain-kain yang bisa menyerap cairan seperti halnya katun ataupun woodfiber sebagai bahan shrouds.

Resomation

Sebenarnya teknik kremasi adalah yang paling populer kedua setelah teknik penguburan konvensional. Kremasi tidak membutuhkan peti sehingga cukup eco-friendly. Namun di sisi lain kremasi tidak sepenuhnya eco-friendly karena dalam prosesnya beberapa jasa funeral servis masih menggunakan kayu sebagai bahan bakar. Sehingga munculah alternatif dari kremasi yaitu Resomation. Sedikit berbeda dengan kremasi, teknik ini mengganti api dengan alkalin hidrolisis untuk memproses tubuh secara kimia. Proses ini mengurangi emisi gas rumah kaca mencapai 35{59d361ecc3589ce44101fb71155b9cdd9231db5b19e98003732026571a44247a}.

Leave a Comment